Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan tuntutan yang tiada habisnya, masihkah kita mengeraskan hati dengan terus-menerus mengandalkan kekuatan sendiri demi validasi dunia, ataukah kita bersedia berlutut mengakui keterbatasan kita dan membiarkan Allah yang Besar mengambil alih kendali hidup kita?