Malu bukanlah beban yang menghancurkan, melainkan cermin jiwa yang retak. Di dalamnya, kita melihat bayangan diri yang seharusnya. Ia bukanlah kutukan, tetapi undangan dari Sang Pencipta untuk menambal keretakan itu dengan benang pengampunan-Nya.
Malu bukanlah beban yang menghancurkan, melainkan cermin jiwa yang retak. Di dalamnya, kita melihat bayangan diri yang seharusnya. Ia bukanlah kutukan, tetapi undangan dari Sang Pencipta untuk menambal keretakan itu dengan benang pengampunan-Nya.